free music at divine-music.info
Catatan Ku
Sabtu, 29 Desember 2012
RINGKASAN MATERI TEORI BERBIBACARA
Ketrampilan berbicara di depan umum (public speaking) atau melakukan presentasi (presentation) secara efektif dengan bahasa lisan (verbal) adalah kebutuhan bagi orang-orang yang ingin sukses. Apapun profesi atau pekerjaan seseorang: politisi, pejabat pemerintah, manajer perusahaan, pegawai atau karyawan, professional, ilmuwan, pengusaha, dan guru – suatu saat pasti dituntut untuk berbicara atau memberi presentasi di depan orang banyak dan kemampuannya berbicara itu secara langsung maupun tidak langsung akan membawa dampak bagi pekerjaan atau diri pribadinya. Orang yang cakap berbicara di hadapan orang banyak pada umumnya mendapat respek dan penghargaan orang banyak. Sebaliknya, orang yang tidak cakap berbicara di hadapan orang banyak, sekalipun yang bersangkutan hartawan dan berpangkat akan kurang mendapat penghargaan yang setimpal dengan kedudukannya.
Berkaitan dengan ini, Larry King, yang pernah mengaku bahwa mata pencahariannya selama tigapuluh tujuh tahun adalah berbicara mengatakan, “Jalan menuju sukses, baik sosial maupun professional, dilalui lewat berbicara. Bila Anda tidak meyakinkan sebagai pembicara, jalan itu dapat sangat buruk.” Tidak ada kemampuan yang lebih baik dan lebih besar daripada kemampuan berbicara di depan umum H. N. Casson Untuk menjadi maju, salah satu jalan harus mampu berbicara di depan umum. C. Depew, ekonom terkenal Amerika Serikat, Orang sukses adalah pembicara yang sukses, dan sebaliknya Larry King Pada pertemuan ini, Anda akan diajak untuk membahas hal-hal penting dalam berbicara di depan umum (public speaking) atau memberikan presentasi kepada orang banyak.
Pokok-pokok pembahasan
kita adalah: Bagaimana Berhasil Menjadi Pembicara di Depan Umum Komunikasi Efektif Mempersiapkan Materi Pembicaraan di Depan UmumTeknik Berbicara di Depan Umum.
Lima Kesalahan Besar selaku
Pembicara
1. BAGAIMANA BERHASIL
MENJADI PEMBICARA DI DEPAN
UMUM
Larry King, dikutip oleh M. S. Hidayatmemberi delapan ciri-ciri pembicara terbaik, yaitu:
A. Memandang suatu dari sudut baru -
mengambil titik pandang yang tak
terduga dari subyek umum.
B. Mempunyai cakrawala luas -
memikirkan dan membicarakan isu-isu
dan pengalaman luas di luar
kehidupan mereka sehari-hari
Antusias - menunjukkan minat besar
pada apa yang mereka perbuat dalam
kehidupan mereka dan pada apa yang
katakan pada kesempatan berbicara.
C. Tidak asyik sendiri - peka, peduli, dan
memperhatikan respon pendengar.
D. Sangat ingin tahu - terus belajar dan
menggali hal-hal baru.
E. Memberi ketegasan - Mereka membuat
hubungan yang kuat dengan pendengar,
berusaha menempatkan diri pada
posisi pendengar untuk lebih
memahami apa yang diinginkan oleh
pendengar.
F. Mempunyai selera humor - tidak terus-
terusan serius, tetapi berusaha
menciptakan suasana lucu dan
menyenangkan, bahkan kadang-kadang
tidak keberatan mengolok-olok diri
sendiri.
G. Mempunyai gaya berbicara sendiri -
memberikan gambaran bahwa gaya
bicara orang berbeda-beda, tetapi
masing-masing berhasil karena suatu
gaya yang cocok bagi seorang
pembicara. Yang penting, pembicara
yakin bahwa dia berbicara efektif.
2. KOMUNIKASI EFEKTIF
Berbicara di depan umum (public speaking) pada hakikatnya adalah seni berkomunikasi lisan secara efektif didepan umum. Komunikasi yang efektif
dapat tercapai apabila maksud pesan yang disampaikan oleh komunikator dapat dipahami dengan baik oleh komunikan, dan komunikan memberikan umpan balik (feedback)
sesuai dengan yang diharapkan oleh komunikator. Komunikasi efektif paling tidak menimbulkan lima hal (menurut Stewat L. Tubbs dan Sylvia Moss,seperti dikutip Jalaluddin Rakhmat dalam Psikologi Komunikasi, 1993):
1. Pengertian - adanya pengertian dari
komunikan seperti yang dimaksud oleh
komunikator
2. Kesenangan - adanya kesenangan yang
muncul bagi komunikan dan
komunikator
3. Pengaruh pada Sikap - adanya
pengaruh pada sikap atau tindakan
komunikan sebagai akibat pesan yang
disampaikan oleh komunikator
4. Hubungan sosial yang makin baik -
terjalinnya hubungan sosial yang
semakin baik sebagai dampak pesan
yang disampaikan oleh komunikator
5. Tindakan - adanya tindakan nyata
dari komunikan sebagaimana
dikehendaki komunikator
3. MERANCANG MATERI
PEMBICARAAN DI DEPAN UMUM
Paling tidak ada 5 hal yang perlu dipersiapkan sebagai materi pembicaraan di depan publik, yaitu:
1. Topik (topic) - pokok atau subjek
pembicaraan, seharusnya dipilih
berdasarkan pertimbangan karena
menarik minat dan perhatian (baik
pendengar maupun pembicara),
dibutuhkan, atau karena sesuai dengan permintaan.
2. Tujuan umum (general purpose),
tujuan khusus (specific purpose), dan
ide sentral (central idea) – tujuan
umum suatu pembicaraan antara lain
menyampaikan informasi, membujuk,
meyakinkan, atau memberi instruksi
kepada pendengar; tujuan khusus
tergantung dari tujuan umum; dan ide
sentral adalah inti dari pembicaraan,
biasanya dikemas hanya dalam satu
kalimat yang mudah diserap dan
diingat oleh pendengar.
3. Pendahuluan (introduction) –
pendahuluan berfungsi sebagai
pengantar ke arah pokok pembicaraan
atau permasalahan yang akan dibahas
dan sebagai upaya mempersiapkan
mental pendengar. Pada bagian
pendahuluan ini, rebutlah perhatian
pendengar Anda dan buat mereka
untuk selalau ingin mendengar sampai
kalimat terakhir dari pembicaraan
Anda. Jadi, pembicara haruslah dapat
memberikan kesan pertama (first
impression) yang baik kepada
pendengar.
4. Batang tubuh (body) – Batang tubuh
pembicaraan hendaknya dibagi
menjadi dua atau tiga bagian utama
yang akan menjelaskan atau
membuktikan ide sentral.
5. Kesimpulan/penutup (conclusion) –
kesimpulan merupakan ringkasan dari
butir-butir utama dan boleh jadi
merupakan seruan terkahir kepada
pendengar, meminta pendengar
memperhatikan secara khusus dan
melakukan tindakan sepatutnya.
Kesimpulan bukanlah rangkuman dari
semua bagian pembicaraan.
Kesimpulan harus singkat, sederhana, tidak berbelit-belit, tidak mengemukaan fakta baru, dan dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi pesan yang mengesankan pendengar.
4. TEKNIK BERBICARA DI DEPAN
UMUM DAN PRESENTASI
Menurut beberapa pakar public speaking, seorang pembicara umum perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Pendekatan dan Permulaan Begitu Anda berdiri di depan mimbar (di depan pendengar), pergunakan waktu sejenak dengan sangat tenang (untuk menatap sekilas semua pendengar dan mungkin untuk meletakkan catatan/bahan), lalu untuk menyampaikan kalimat pertama yang meyakinkan untuk diucapkan. Ada beberapa pilihan cara memulai pembicaraan,tergantung suasana pendengar Anda. Misalnya, bisa dengan mengajukan pertanyaan, bisa dengan menyampaikan cerita singkat atau pengalaman, yang nanti ada kaitan dengan materi pembicaraan, bisa dengan sebuah permainan, atau langsung dengan mengutarakan gambaran umum tentang materipembicaraan.
Mengatasi kegugupan di depan panggung Gugup dan demam panggung adalah
hal yang normal dialami setiap pembicara di depan umum, bahkan
pembicara terbaik pun pernah mengalami gugup atau demam
panggung pada saat mereka pertama kali berbicara di depan umum. Rasa
gugup dan demam panggung hanya bisa diatasi dengan proses latihan.
Membuat ketertarikan pendengar Unsur penting yang membuatt orang
tertarik mendengar pembicara adalah:
Hal-hal baru (materi pembicaraan menarik). Pembicaraan masuk akal;
jangan pernah minta maaf pada para pendengar sebab itu tidak menarik
(jadi pandanglah bahwa pendengar menyenangi Anda dan pembicaraan
Anda); Segar, aktual, dan kadang- kadang diselingi humor.
Menjaga ketepatan berbicara, kejernihan, dan volume suara
Ucapkan kata-kata Anda dengan jelas dan bicara dengan suara yang cukup
kuat agar semua pendengar dapat mendengar suara Anda dengan jelas.
Bicara secara tepat, tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat -
memudahkan pendengar menerima ide Anda. Suara Anda harus terdengar
mengasikkan (expressiveness) seperti halnya jika Anda berbicara kepada
sahabat karib Anda. Mempercayai kemampuan sendiri
Anda harus menghilangkan semua keraguan mengenai kemampuan yang
Anda miliki untuk maju.
Mahir berbicara di depan umum membutuhkan keahlian dan latihan. Memperbanyak perbendaharaan kata- kata Penguasaan perbendaharaan kata-kata yang banyak dan pemilihan kata-kata yang tepat akan mampu meningkatkan kelancaran dan ketepatan berbicara. Isi pembicaraan bertambah variatif sehingga tidak membosankan.
Memberi tekanan dalam pembicaraan dan bersemangat (antusias)
Semua gerakan Anda - mata, ekspresi wajah, gerakan tubuh, suara - haruslah
Anda tunjukkan kepada pendengar Anda dengan penuh semangat. Anda
harus selalu tampak penuh perhatian dalam mengkomunikasikan ide Anda.
Bicaralah dengan penuh energy, bergairah, dan tidak ragu. Jangan
bicara setengah-setengah, bimbang, apalagi dengan mulut setengah
terbuka. Cara bicara yang tepat adalah dengan suara yang bulat dan
penekanan yang baik. Menepati waktu. Berhentilah berbicara sebelum
pendengar mengharapkan Anda untuk segera berhenti berbicara atau turun
dari panggung. Tepatilah waktu yang telah ditetapkan (know when to stop
talking).
Memiliki kelancaran berbicara dan rasa humor Untuk berbicara dengan lancar, Anda
harus berbicara dengan santai, rileks, dan tidak kaku. Dalam hampir setiap
pembicaraan yang efektif harus ada sedikit unsur humor, yaitu sesuatu
yang lucu atau menggelikan hati sehingga dapat menimbulkan tertawa.
Berbicara dengan menyenangkan dan wajar Jika tenggorokan Anda kering minumlah sedikit, Jika mulut Anda berbusa atau Anda berkeringat dan Anda perlu mengelapnya, gunakanlah saputangan, itu untuk menjaga agar Anda tetap berbicara dengan menyenangkan. Kemudian, Anda perlu bersikap wajar atau tidak berlebihan dalam menyampaikan kata-kata atau informasi. Hal yang juga penting, pada umumnya pendengar menginginkan seseorang berbicara dengan jelas, sederhana, dan nyata. Mereka tidak menyukai kata-kata yang tidak jelas artinya. Menggerakkan tubuh secara alami Gerakan tubuh, apabila dilakukan dengan baik dan sesuai atau alami akan melipatgandakan kemampuan pembicara karena lebih menarik untuk dipandang.
Gerakan tubuh adalah bahasa non-verbal. Untuk penyampaian pikiran dan perasan tertentu, gerakan tubuh jauh berarti daripada kata-kata. Memakai pakaian yang serasi Pepatah mengatakan bahwa pakaian mencerminkan kepribadian seseorang. Pendengar akan menaruh hormat (respect) terhadap pembicra yang memakai pakaian yang serasi dalam hal potongan, warna, ikat pingang, sepatu, dasi, dan sebagainya. Penutupan dan Pengakhiran Setelah panjang lebar menyampaikan poin-poin penting, berhenti sejenak (pergunakan transisi yang tepat), lalu mungkin mengatakan, “sekarang saya sampai pada kesimpulan” atau “Apakah di antara Anda (masih) ada yang pertanyaan?”, dan jangan lupa kata-kata terakhir “Terima kasih”. Kemudian meninggalkan mimbar dengan senyuman manis.
5. TANGGUNG JAWAB
PEMBICARA PUBLIK
Pembicara yang sedang berbicara di depan umum mempunyai sejumlah
tanggung jawab bahwa ia harus menerima sebagai seorang yang
berhati-hati, bersungguh-sungguh, adil,dan teliti. Berkaitan dengan ini,
beberapa hal harus diperhatikan pembicara publik, yaitu:
1. Mempertahankan standar etika -
jangan memutarbalikkan informasi
dan hormati pendengar.
2. Menolak streotip – Streotip adalah
terlalu menyederhanakan gambaran
mengenai tabiat atau mental suatu
kelompok tertentu. Streotip juga
diartikan merupakan gambaran atau
anggapan yang bersifat mengejek
terhadap suatu objek tertentu.
3. Memperkaya khasanah kehidupan
pendengar – karena pendengar sudah
memberi waktu (dan mungkin uang)
untuk mendengar Anda, maka
pembicara wajib memberi apa yang
dibutuhkan pendengar. Mungkin Anda
akan memberikan informasi yang
menakjubkan yang akan memuaskan
keingintahuan intelektual pendengar,
atau Anda mungkin akan menghibur
dengan beberapa anekdot yang
menyegarkan dan mengalihkan mereka
dari kerja keras sehari-hari, maka
semua pesan Anda merupakan hadiah
yang berguna bagi pendengar.
4. Selalu bersungguh-sungguh – walaupun
pembicara hanya berbicara kepada
sedikit orang yang tadinya
direncanakan banyak orang, pembicara
yang baik akan melakukan yang terbaik.
6. LIMA KESALAHAN BESAR
SELAKU PEMBICARA
Menurut Hamilton Gregory, dalam suatu survey yang dilakukan terhadap
64 pebisnis dan professional yang diminta menyebutkan kesalahan yang
paling besar yang dilakukan oleh pembicara di depan umum (public
speakers) di AS, tercatat sebagai berikut:
1. Kesalahan dalam menyiapkan bahan
pembicaraan yang sesuai dengan
kebutuhan dan keinginan pendengar.
2. Kekurangan dalam persiapan
3. Penyampaian materi pembicaraan yang
terlalu banyak
4. Kesalahan dalam memelihara kontak
mata(contact eye)
5. Pembicaraan yang tumpul.
Rabu, 19 Desember 2012
MAKALAH
DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF
ILMU PENGETAHUAN DAN TEKHNOLOGI
O
L
E
H
Kelompok 3
Muhammad Aidil Arafat A1B112207
Muhammad Rajul khahfi A1B112213
Lukmannul Hakim A1B109240
Yosi Kusuma Wardhani A1B112229
DAFTAR ISI
Kata Pengantar .....................
BAB I Pendahuluan …………….
BAB II Dampak Positif dan Dan Dampak Negatif Perkembangan teknologi informasi
a. Dampak positif ………………..
b. Dampak Negatif ………………..
BAB III Simpulan
a. Kesimpulan ……………….
b. Saran ……………….
c. Daftar Pustaka ……………….
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
Shalawat serta salam tidak lupa saya ucapkan untuk junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Kami bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan hidayah serta taufik-Nya sehingga dapat menyelesaikan makalah ini.
Manusia adalah mahluk paling sempurna ciptaan Allah SWT diantara mahluk lain. Dikarenakan manusia diberikan kelebihan akal pikiran oleh-Nya. Bayangkan saja ketika kemampuan manusia berkembang dari zaman kezaman. Oleh karena itu, disinilah perlunya materi Dampak Pengantar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Sehingga diharapkan nantinya kita dapat mengetahui perkembangannya, Dengan proses berpikir.
Kami menyadari makalah yang dibuat ini tidaklah sempurna. Oleh karenaitu, apabila ada kritik dan saran yang bersifat membangun terhadap makalah ini,Kami sangat berterima kasih.Demikian makalah ini disusun. Semoga dapat berguna untuk kita semua. Amin
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) merupakan cabang ilmu yang harus dikuasai dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sejarah menunjukkan bahwa kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi tidak mungkin terjadi secara instant melainkan memerlukan usaha yang konsisten dan terus menerus.
salah satu visi misi IPTEK pada tahun 2025 adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang cerdas dan kreatif dalam suatuperadaban masyarakat yang berbasis pengetahuan. Perkembangan IPTEK yang makin pesat telah membawa perubahan di segala sektor kehidupan manusia.
Oleh karena itu SDM harus ditingkatkan untuk mewujudkan hal ini, dan Masyarakat Indonesia harus tau dampak Positif Dan Negatif dari (IPTEK) Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, sebagaimana akan kami paparkan dibab selanjutnya.
BAB II
Dampak Positif dan Negatif Perkembangan Teknologi Informasi
A. DAMPAK POSITIF
Bidang Informasi dan Komunikasi
1. Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet
2. Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone dan sejenisnya.
3. Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah dan lain-lain.
Bidang Ekonomi dan Industri
1. Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
2. Terjadinya industrialisasi
3. Produktifitas dunia industri semakin meningkat. Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dan aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi komputer di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko.
4. Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.
Bidang Sosial
1. Meningkatnya rasa percaya diri. Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.
2. Tekanan, kompetisi yang tajam di berbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.
Bidang Budaya
Mempermudah komunikasi. Komputer yang disambungkan dengan telepon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar.
Bidang Pendidikan
1. Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dan hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.
2. Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.
3. Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan Mahasiswa dengan Dosen, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain.
Bidang Politik
1. Timbulnya kelas menengah bare Pertumbuhan teknologi dan ekonomi di kawasan ini akan mendorong munculnya kelas menengah bare. Kemampuan, keterampilan serta gaya hidup mereka sudah tidak banyak berbeda dengan kelas menengah di negara-negera Barat. Dapat diramalkan, kelas menengah bare ini akan menjadi pelopor untuk menuntut kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang lebih besar.
2. Proses regenerasi kepemimpinan. Sudah barang tentu peralihan generasi kepemimpinan ini akan berdampak dalam gaya dan substansi politik yang diterapkan. Nafas kebebasan dan persamaan semakin kental.
3. Di bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang teknologi transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut. Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru
B. DAMPAK NEGATIF
Bidang Informasi dan Komunikasi
1. Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris
2. Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan pihak tertentu untuk tujuan tertentu.
Bidang Ekonomi dan Industri
1.Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan.
2.Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan.
3.Konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”.
Bidang Sosial
Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol.
Bidang Budaya
1. Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.
2. Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatankekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
3. Pola interaksi antar manusia yang berubah. Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e -mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (wamet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer.
Bidang Pendidikan
Penyalah gunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Kita tahu bahwa kemajuan di badang pendidikan juga mencetak generasi yang berepngetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contonya dengan ilmu komputer yang tinggi maka orang akan berusaha menerobos sistem perbangkan dan lain-lain.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dalam dunia teknologi banyak manfaat yang di peroleh bagi kehidupan sehari-hari misalnya dalam bidang pendidikan, sosial, budaya, dll.
Pemanfaatan perkembangan teknologi juga perlu pemahaman yang spesifik dalam kehidupan serta perlu adanya pengkajian lebih dalam sehingga bisa menghindari dampak negative dari perkembangan teknologi tersebut.
B. Saran
dalam pemanfaatan teknologi pada saat ini diperlukan perhatian yang lebih intensif dari berbagai pihak yang berkaitan langsung dalam mengawasi perkembangan teknologi misalnya instansi pemerintah yang bergelut dalam iptek agar dalam pemanfaatan kemajuan teknologi tidak disalah gunakan.
C. Daftar pustaka
Sumber : Buku Ilmu Alamiah Dasar, Penulis Drs. Maskoeri Jasin, Raja grafindo Persada, cetakan ke-19.
Sumber : www.dinoanandasaputra.wordpress.com
Sumber : Buku Materi Pokok ilmu Alamiah Dasar oleh Drs. Hendro Darmodjo, M.A dan Dra. Yeni Kaligis, M. Sc, pusat penerbitan Universitas Terbuka.
iv dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on">
IBU BUTA YANG MEMALUKANKU
ALIRAN-ALIRAN DALAM SASTRA
Ada beberapa aliran dalam sastra yang dominan mempengaruhi ragam karya Sastra di Indonesia, diantaranya:
1. Aliran Realisme yaitu aliran yang selalu berusaha melukiskan keadaan atau peristiwa sesuai dengan kenyataan dan selalu mengungkapkan hal-hal yang baik atau tidak membuat orang tersinggung. Karya sastra angkatan 45 baik puisi maupun prosa banyak dipengaruhi oleh aliran realisme.
Contoh:
PENERIMAAN
Chairil Anwar
Kalau kau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati
Aku masih tetap sendiri
Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi
Jangan Tunduk! Tentang aku dengan berani
Kalau kau mau kuterima kau kembali
Untukku sendiri lagi
Sedang dengan cermin aku enggan berbagi
2. Aliran Naturalisme yaitu suatu aliran yang melukiskan sesuatu apa adanya tetapi selalu memandang kepada hal-hal yang bersifat buruk atau mesum baik memilih bahan dari masyarakat yang bobrok/mesum maupun baha s/cara melukiskan kasar, tanpa melihat kesusilaan.
Contoh: Surabaya (novel) oleh Idrus
Belenggu (roman) oleh Armyn Pane
Pada Sebuah Kapal karya NH. Dini
3. Aliran Neo-naturalisme yaitu aliran yang tidak hanya menceritakan sesuatu yang buruk saja, tetapi yang baik pun tidak dilupakan sehingga masih terdapat di dalamnya perasaan perikemanusiaan.
Contoh: Raumanen karya Marianne Katopo
Katak Hendak Jadi Lembu karya Nur Sutan Iskandar
Keluarga Permana karya Ramadhan KH
Atheis karya Ahcdiat K. Miharja
4. Aliran Ekspresionisme yaitu aliran yang selalu menekankan pada segenap perasaan atau jiwa sepenuhnya (adanya aku atau subyek). Kalimat yang digunakan tidak panjang-panjang tetapi kalimat pendek berisi dan seringkali menggunakan kalimat yang hanya terjadi dari satu patah kata saja.
Contoh: puisi-puisi Subagio Sastrowardoyo, Toto Sudarto Bachtiar, Sutarji Colzum Bahri, beberapa karya Chairil Anwar.
DOA
Kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerlip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
Aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
(Chairil anwar)
5. Aliran Impresionisme yaitu suatu aliran yang melukiskan sesuatu berdasarkan kesan-kesan sepintas saja dari peristiwa atau kejadian yang dilihat/ditemui pengarang dalam kehidupan nyata.Pengarang hanya mengambil bagian yang penting-penting saja.
Contoh:
NGARAI SIANOK
Berat himpitan gunung Singgalang
Atas dataran di bawahnya
Hingga rengkah tak alang-alang
Ngarai lebar dengan dalangnya
Bumi runtuh-runtuh juga
Seperti peradaban yang lepas
Debunya hirap dalam angkasa
Derumnya lenyap di sawah luas
Dua penduduk di dalam ngarai
Mencangkul di ladang satu-satu
Menyabit di sawah bersorak-sorak
Ramai kerja sejak dahulu
Bumi runtuh-runtuh jua
Mereka hidup bergiat terus
Seperti Si Anok dengan rumahnya
Diam-diam mengalir terus
(Rifai Ali)
6. Aliran Determinisme yaitu suatu aliran yang melukiskan peristiwa dari sudut paksaan nasib (sudut jeleknya) dan nasib itu sendiri ditentukan oleh keadaan masyarakat sekitar, kemiskinan, penyakit, darah keturunan, dalam hubungan sebab akibat. Contoh: puisi dan prosa angkatan 66, Belenggu karya Armyn Pane, Neraka Dunia karya Nur Sutan Iskandar.
7. Aliran Surealisme yaitu suatu aliran yang melukiskan sesuatu secara berlebihan yang terkadang sulit diikuti dan dipahami oleh pembaca.
Contoh: Bip-Bop (drama) karya W.S.Rendra, Lebih Hitam dari Hitam (cerpen) karya Iwan Simatupang, Pot (puisi) karya Sutarji Colzum Bahri, Berhala (novel) karya Toto Sudarto Bachtiar.
POT
pot apa pot itu kaukah pot aku
pot pot pot
yang jawab pot pot pot pot kaukah pot itu
yang jawab pot pot pot pot kaukah pot aku
pot pot pot
potapa potiku pot kaukah potaku ?
POT
8. Aliran Romatisme yaitu suatu aliran yang selalu melukiskan sesuatunya secara sentimentil dan penuh perasaan.
Contoh: Di Bawah Lindungan Kabah (roman) karya HAMKA, Dian Yang Tak Kunjung Padam (Roman) karya Sutan Takdir Alisyahbana, Layar terkembang (roman) karya Sutan Takdir Alisyahbana, Ziarah (novel) karya Iwan Simatupang.
9. Aliran Idealisme yaitu suatu aliran yang melukiskan hal-hal utuh tentang gagasan, cita-cita atau pendiriannya.
Contoh:
AKU
Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
(Chairil Anwar)
10. Aliran Simbolisme yaitu suatu aliran yang selalu menggunakan simbol-simbol atau isyarat-isyarat guna menutup kebenaran atau maksud yang sesungguhnya.
Contoh: Tinjaulah Dunia Sana karya Nursyamsu, Radio Masyarakat (cerpen) karya Rosihan Anwar, dan sebagainya.
11. Aliran Psikologisme yaitu suatu aliran yang selalu menekankan pada aspek-aspek kejiwaan.
Contoh: Atheis (roman) karya Achdiat K. Miharja, Burunng-burung Manyar (roman) karya YB. Mangunwijaya, Merahnya Merah (novel) karya Iwan Simatupang, Telegram karya Putu Wijaya.
12.Aliran Didaktisme yaitu suatu aliran yang selalu menekankan pada aspek-aspek pendidikannya.
Contoh:
Salah asuhan (roman) karya Abdoel Muis, Karena Kerendahan Budi (novel) karya HSD Muntu, Syair Perahu (syair) karya Hamzah Fansuri.
Langganan:
Postingan (Atom)