Sabtu, 29 Desember 2012
RINGKASAN MATERI TEORI BERBIBACARA
Ketrampilan berbicara di depan umum (public speaking) atau melakukan presentasi (presentation) secara efektif dengan bahasa lisan (verbal) adalah kebutuhan bagi orang-orang yang ingin sukses. Apapun profesi atau pekerjaan seseorang: politisi, pejabat pemerintah, manajer perusahaan, pegawai atau karyawan, professional, ilmuwan, pengusaha, dan guru – suatu saat pasti dituntut untuk berbicara atau memberi presentasi di depan orang banyak dan kemampuannya berbicara itu secara langsung maupun tidak langsung akan membawa dampak bagi pekerjaan atau diri pribadinya. Orang yang cakap berbicara di hadapan orang banyak pada umumnya mendapat respek dan penghargaan orang banyak. Sebaliknya, orang yang tidak cakap berbicara di hadapan orang banyak, sekalipun yang bersangkutan hartawan dan berpangkat akan kurang mendapat penghargaan yang setimpal dengan kedudukannya.
Berkaitan dengan ini, Larry King, yang pernah mengaku bahwa mata pencahariannya selama tigapuluh tujuh tahun adalah berbicara mengatakan, “Jalan menuju sukses, baik sosial maupun professional, dilalui lewat berbicara. Bila Anda tidak meyakinkan sebagai pembicara, jalan itu dapat sangat buruk.” Tidak ada kemampuan yang lebih baik dan lebih besar daripada kemampuan berbicara di depan umum H. N. Casson Untuk menjadi maju, salah satu jalan harus mampu berbicara di depan umum. C. Depew, ekonom terkenal Amerika Serikat, Orang sukses adalah pembicara yang sukses, dan sebaliknya Larry King Pada pertemuan ini, Anda akan diajak untuk membahas hal-hal penting dalam berbicara di depan umum (public speaking) atau memberikan presentasi kepada orang banyak.
Pokok-pokok pembahasan
kita adalah: Bagaimana Berhasil Menjadi Pembicara di Depan Umum Komunikasi Efektif Mempersiapkan Materi Pembicaraan di Depan UmumTeknik Berbicara di Depan Umum.
Lima Kesalahan Besar selaku
Pembicara
1. BAGAIMANA BERHASIL
MENJADI PEMBICARA DI DEPAN
UMUM
Larry King, dikutip oleh M. S. Hidayatmemberi delapan ciri-ciri pembicara terbaik, yaitu:
A. Memandang suatu dari sudut baru -
mengambil titik pandang yang tak
terduga dari subyek umum.
B. Mempunyai cakrawala luas -
memikirkan dan membicarakan isu-isu
dan pengalaman luas di luar
kehidupan mereka sehari-hari
Antusias - menunjukkan minat besar
pada apa yang mereka perbuat dalam
kehidupan mereka dan pada apa yang
katakan pada kesempatan berbicara.
C. Tidak asyik sendiri - peka, peduli, dan
memperhatikan respon pendengar.
D. Sangat ingin tahu - terus belajar dan
menggali hal-hal baru.
E. Memberi ketegasan - Mereka membuat
hubungan yang kuat dengan pendengar,
berusaha menempatkan diri pada
posisi pendengar untuk lebih
memahami apa yang diinginkan oleh
pendengar.
F. Mempunyai selera humor - tidak terus-
terusan serius, tetapi berusaha
menciptakan suasana lucu dan
menyenangkan, bahkan kadang-kadang
tidak keberatan mengolok-olok diri
sendiri.
G. Mempunyai gaya berbicara sendiri -
memberikan gambaran bahwa gaya
bicara orang berbeda-beda, tetapi
masing-masing berhasil karena suatu
gaya yang cocok bagi seorang
pembicara. Yang penting, pembicara
yakin bahwa dia berbicara efektif.
2. KOMUNIKASI EFEKTIF
Berbicara di depan umum (public speaking) pada hakikatnya adalah seni berkomunikasi lisan secara efektif didepan umum. Komunikasi yang efektif
dapat tercapai apabila maksud pesan yang disampaikan oleh komunikator dapat dipahami dengan baik oleh komunikan, dan komunikan memberikan umpan balik (feedback)
sesuai dengan yang diharapkan oleh komunikator. Komunikasi efektif paling tidak menimbulkan lima hal (menurut Stewat L. Tubbs dan Sylvia Moss,seperti dikutip Jalaluddin Rakhmat dalam Psikologi Komunikasi, 1993):
1. Pengertian - adanya pengertian dari
komunikan seperti yang dimaksud oleh
komunikator
2. Kesenangan - adanya kesenangan yang
muncul bagi komunikan dan
komunikator
3. Pengaruh pada Sikap - adanya
pengaruh pada sikap atau tindakan
komunikan sebagai akibat pesan yang
disampaikan oleh komunikator
4. Hubungan sosial yang makin baik -
terjalinnya hubungan sosial yang
semakin baik sebagai dampak pesan
yang disampaikan oleh komunikator
5. Tindakan - adanya tindakan nyata
dari komunikan sebagaimana
dikehendaki komunikator
3. MERANCANG MATERI
PEMBICARAAN DI DEPAN UMUM
Paling tidak ada 5 hal yang perlu dipersiapkan sebagai materi pembicaraan di depan publik, yaitu:
1. Topik (topic) - pokok atau subjek
pembicaraan, seharusnya dipilih
berdasarkan pertimbangan karena
menarik minat dan perhatian (baik
pendengar maupun pembicara),
dibutuhkan, atau karena sesuai dengan permintaan.
2. Tujuan umum (general purpose),
tujuan khusus (specific purpose), dan
ide sentral (central idea) – tujuan
umum suatu pembicaraan antara lain
menyampaikan informasi, membujuk,
meyakinkan, atau memberi instruksi
kepada pendengar; tujuan khusus
tergantung dari tujuan umum; dan ide
sentral adalah inti dari pembicaraan,
biasanya dikemas hanya dalam satu
kalimat yang mudah diserap dan
diingat oleh pendengar.
3. Pendahuluan (introduction) –
pendahuluan berfungsi sebagai
pengantar ke arah pokok pembicaraan
atau permasalahan yang akan dibahas
dan sebagai upaya mempersiapkan
mental pendengar. Pada bagian
pendahuluan ini, rebutlah perhatian
pendengar Anda dan buat mereka
untuk selalau ingin mendengar sampai
kalimat terakhir dari pembicaraan
Anda. Jadi, pembicara haruslah dapat
memberikan kesan pertama (first
impression) yang baik kepada
pendengar.
4. Batang tubuh (body) – Batang tubuh
pembicaraan hendaknya dibagi
menjadi dua atau tiga bagian utama
yang akan menjelaskan atau
membuktikan ide sentral.
5. Kesimpulan/penutup (conclusion) –
kesimpulan merupakan ringkasan dari
butir-butir utama dan boleh jadi
merupakan seruan terkahir kepada
pendengar, meminta pendengar
memperhatikan secara khusus dan
melakukan tindakan sepatutnya.
Kesimpulan bukanlah rangkuman dari
semua bagian pembicaraan.
Kesimpulan harus singkat, sederhana, tidak berbelit-belit, tidak mengemukaan fakta baru, dan dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi pesan yang mengesankan pendengar.
4. TEKNIK BERBICARA DI DEPAN
UMUM DAN PRESENTASI
Menurut beberapa pakar public speaking, seorang pembicara umum perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Pendekatan dan Permulaan Begitu Anda berdiri di depan mimbar (di depan pendengar), pergunakan waktu sejenak dengan sangat tenang (untuk menatap sekilas semua pendengar dan mungkin untuk meletakkan catatan/bahan), lalu untuk menyampaikan kalimat pertama yang meyakinkan untuk diucapkan. Ada beberapa pilihan cara memulai pembicaraan,tergantung suasana pendengar Anda. Misalnya, bisa dengan mengajukan pertanyaan, bisa dengan menyampaikan cerita singkat atau pengalaman, yang nanti ada kaitan dengan materi pembicaraan, bisa dengan sebuah permainan, atau langsung dengan mengutarakan gambaran umum tentang materipembicaraan.
Mengatasi kegugupan di depan panggung Gugup dan demam panggung adalah
hal yang normal dialami setiap pembicara di depan umum, bahkan
pembicara terbaik pun pernah mengalami gugup atau demam
panggung pada saat mereka pertama kali berbicara di depan umum. Rasa
gugup dan demam panggung hanya bisa diatasi dengan proses latihan.
Membuat ketertarikan pendengar Unsur penting yang membuatt orang
tertarik mendengar pembicara adalah:
Hal-hal baru (materi pembicaraan menarik). Pembicaraan masuk akal;
jangan pernah minta maaf pada para pendengar sebab itu tidak menarik
(jadi pandanglah bahwa pendengar menyenangi Anda dan pembicaraan
Anda); Segar, aktual, dan kadang- kadang diselingi humor.
Menjaga ketepatan berbicara, kejernihan, dan volume suara
Ucapkan kata-kata Anda dengan jelas dan bicara dengan suara yang cukup
kuat agar semua pendengar dapat mendengar suara Anda dengan jelas.
Bicara secara tepat, tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat -
memudahkan pendengar menerima ide Anda. Suara Anda harus terdengar
mengasikkan (expressiveness) seperti halnya jika Anda berbicara kepada
sahabat karib Anda. Mempercayai kemampuan sendiri
Anda harus menghilangkan semua keraguan mengenai kemampuan yang
Anda miliki untuk maju.
Mahir berbicara di depan umum membutuhkan keahlian dan latihan. Memperbanyak perbendaharaan kata- kata Penguasaan perbendaharaan kata-kata yang banyak dan pemilihan kata-kata yang tepat akan mampu meningkatkan kelancaran dan ketepatan berbicara. Isi pembicaraan bertambah variatif sehingga tidak membosankan.
Memberi tekanan dalam pembicaraan dan bersemangat (antusias)
Semua gerakan Anda - mata, ekspresi wajah, gerakan tubuh, suara - haruslah
Anda tunjukkan kepada pendengar Anda dengan penuh semangat. Anda
harus selalu tampak penuh perhatian dalam mengkomunikasikan ide Anda.
Bicaralah dengan penuh energy, bergairah, dan tidak ragu. Jangan
bicara setengah-setengah, bimbang, apalagi dengan mulut setengah
terbuka. Cara bicara yang tepat adalah dengan suara yang bulat dan
penekanan yang baik. Menepati waktu. Berhentilah berbicara sebelum
pendengar mengharapkan Anda untuk segera berhenti berbicara atau turun
dari panggung. Tepatilah waktu yang telah ditetapkan (know when to stop
talking).
Memiliki kelancaran berbicara dan rasa humor Untuk berbicara dengan lancar, Anda
harus berbicara dengan santai, rileks, dan tidak kaku. Dalam hampir setiap
pembicaraan yang efektif harus ada sedikit unsur humor, yaitu sesuatu
yang lucu atau menggelikan hati sehingga dapat menimbulkan tertawa.
Berbicara dengan menyenangkan dan wajar Jika tenggorokan Anda kering minumlah sedikit, Jika mulut Anda berbusa atau Anda berkeringat dan Anda perlu mengelapnya, gunakanlah saputangan, itu untuk menjaga agar Anda tetap berbicara dengan menyenangkan. Kemudian, Anda perlu bersikap wajar atau tidak berlebihan dalam menyampaikan kata-kata atau informasi. Hal yang juga penting, pada umumnya pendengar menginginkan seseorang berbicara dengan jelas, sederhana, dan nyata. Mereka tidak menyukai kata-kata yang tidak jelas artinya. Menggerakkan tubuh secara alami Gerakan tubuh, apabila dilakukan dengan baik dan sesuai atau alami akan melipatgandakan kemampuan pembicara karena lebih menarik untuk dipandang.
Gerakan tubuh adalah bahasa non-verbal. Untuk penyampaian pikiran dan perasan tertentu, gerakan tubuh jauh berarti daripada kata-kata. Memakai pakaian yang serasi Pepatah mengatakan bahwa pakaian mencerminkan kepribadian seseorang. Pendengar akan menaruh hormat (respect) terhadap pembicra yang memakai pakaian yang serasi dalam hal potongan, warna, ikat pingang, sepatu, dasi, dan sebagainya. Penutupan dan Pengakhiran Setelah panjang lebar menyampaikan poin-poin penting, berhenti sejenak (pergunakan transisi yang tepat), lalu mungkin mengatakan, “sekarang saya sampai pada kesimpulan” atau “Apakah di antara Anda (masih) ada yang pertanyaan?”, dan jangan lupa kata-kata terakhir “Terima kasih”. Kemudian meninggalkan mimbar dengan senyuman manis.
5. TANGGUNG JAWAB
PEMBICARA PUBLIK
Pembicara yang sedang berbicara di depan umum mempunyai sejumlah
tanggung jawab bahwa ia harus menerima sebagai seorang yang
berhati-hati, bersungguh-sungguh, adil,dan teliti. Berkaitan dengan ini,
beberapa hal harus diperhatikan pembicara publik, yaitu:
1. Mempertahankan standar etika -
jangan memutarbalikkan informasi
dan hormati pendengar.
2. Menolak streotip – Streotip adalah
terlalu menyederhanakan gambaran
mengenai tabiat atau mental suatu
kelompok tertentu. Streotip juga
diartikan merupakan gambaran atau
anggapan yang bersifat mengejek
terhadap suatu objek tertentu.
3. Memperkaya khasanah kehidupan
pendengar – karena pendengar sudah
memberi waktu (dan mungkin uang)
untuk mendengar Anda, maka
pembicara wajib memberi apa yang
dibutuhkan pendengar. Mungkin Anda
akan memberikan informasi yang
menakjubkan yang akan memuaskan
keingintahuan intelektual pendengar,
atau Anda mungkin akan menghibur
dengan beberapa anekdot yang
menyegarkan dan mengalihkan mereka
dari kerja keras sehari-hari, maka
semua pesan Anda merupakan hadiah
yang berguna bagi pendengar.
4. Selalu bersungguh-sungguh – walaupun
pembicara hanya berbicara kepada
sedikit orang yang tadinya
direncanakan banyak orang, pembicara
yang baik akan melakukan yang terbaik.
6. LIMA KESALAHAN BESAR
SELAKU PEMBICARA
Menurut Hamilton Gregory, dalam suatu survey yang dilakukan terhadap
64 pebisnis dan professional yang diminta menyebutkan kesalahan yang
paling besar yang dilakukan oleh pembicara di depan umum (public
speakers) di AS, tercatat sebagai berikut:
1. Kesalahan dalam menyiapkan bahan
pembicaraan yang sesuai dengan
kebutuhan dan keinginan pendengar.
2. Kekurangan dalam persiapan
3. Penyampaian materi pembicaraan yang
terlalu banyak
4. Kesalahan dalam memelihara kontak
mata(contact eye)
5. Pembicaraan yang tumpul.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar