Sabtu, 29 Desember 2012

RINGKASAN MATERI TEORI BERBIBACARA Ketrampilan berbicara di depan umum (public speaking) atau melakukan presentasi (presentation) secara efektif dengan bahasa lisan (verbal) adalah kebutuhan bagi orang-orang yang ingin sukses. Apapun profesi atau pekerjaan seseorang: politisi, pejabat pemerintah, manajer perusahaan, pegawai atau karyawan, professional, ilmuwan, pengusaha, dan guru – suatu saat pasti dituntut untuk berbicara atau memberi presentasi di depan orang banyak dan kemampuannya berbicara itu secara langsung maupun tidak langsung akan membawa dampak bagi pekerjaan atau diri pribadinya. Orang yang cakap berbicara di hadapan orang banyak pada umumnya mendapat respek dan penghargaan orang banyak. Sebaliknya, orang yang tidak cakap berbicara di hadapan orang banyak, sekalipun yang bersangkutan hartawan dan berpangkat akan kurang mendapat penghargaan yang setimpal dengan kedudukannya. Berkaitan dengan ini, Larry King, yang pernah mengaku bahwa mata pencahariannya selama tigapuluh tujuh tahun adalah berbicara mengatakan, “Jalan menuju sukses, baik sosial maupun professional, dilalui lewat berbicara. Bila Anda tidak meyakinkan sebagai pembicara, jalan itu dapat sangat buruk.” Tidak ada kemampuan yang lebih baik dan lebih besar daripada kemampuan berbicara di depan umum H. N. Casson Untuk menjadi maju, salah satu jalan harus mampu berbicara di depan umum. C. Depew, ekonom terkenal Amerika Serikat, Orang sukses adalah pembicara yang sukses, dan sebaliknya Larry King Pada pertemuan ini, Anda akan diajak untuk membahas hal-hal penting dalam berbicara di depan umum (public speaking) atau memberikan presentasi kepada orang banyak. Pokok-pokok pembahasan kita adalah: Bagaimana Berhasil Menjadi Pembicara di Depan Umum Komunikasi Efektif Mempersiapkan Materi Pembicaraan di Depan UmumTeknik Berbicara di Depan Umum. Lima Kesalahan Besar selaku Pembicara 1. BAGAIMANA BERHASIL MENJADI PEMBICARA DI DEPAN UMUM Larry King, dikutip oleh M. S. Hidayatmemberi delapan ciri-ciri pembicara terbaik, yaitu: A. Memandang suatu dari sudut baru - mengambil titik pandang yang tak terduga dari subyek umum. B. Mempunyai cakrawala luas - memikirkan dan membicarakan isu-isu dan pengalaman luas di luar kehidupan mereka sehari-hari Antusias - menunjukkan minat besar pada apa yang mereka perbuat dalam kehidupan mereka dan pada apa yang katakan pada kesempatan berbicara. C. Tidak asyik sendiri - peka, peduli, dan memperhatikan respon pendengar. D. Sangat ingin tahu - terus belajar dan menggali hal-hal baru. E. Memberi ketegasan - Mereka membuat hubungan yang kuat dengan pendengar, berusaha menempatkan diri pada posisi pendengar untuk lebih memahami apa yang diinginkan oleh pendengar. F. Mempunyai selera humor - tidak terus- terusan serius, tetapi berusaha menciptakan suasana lucu dan menyenangkan, bahkan kadang-kadang tidak keberatan mengolok-olok diri sendiri. G. Mempunyai gaya berbicara sendiri - memberikan gambaran bahwa gaya bicara orang berbeda-beda, tetapi masing-masing berhasil karena suatu gaya yang cocok bagi seorang pembicara. Yang penting, pembicara yakin bahwa dia berbicara efektif. 2. KOMUNIKASI EFEKTIF Berbicara di depan umum (public speaking) pada hakikatnya adalah seni berkomunikasi lisan secara efektif didepan umum. Komunikasi yang efektif dapat tercapai apabila maksud pesan yang disampaikan oleh komunikator dapat dipahami dengan baik oleh komunikan, dan komunikan memberikan umpan balik (feedback) sesuai dengan yang diharapkan oleh komunikator. Komunikasi efektif paling tidak menimbulkan lima hal (menurut Stewat L. Tubbs dan Sylvia Moss,seperti dikutip Jalaluddin Rakhmat dalam Psikologi Komunikasi, 1993): 1. Pengertian - adanya pengertian dari komunikan seperti yang dimaksud oleh komunikator 2. Kesenangan - adanya kesenangan yang muncul bagi komunikan dan komunikator 3. Pengaruh pada Sikap - adanya pengaruh pada sikap atau tindakan komunikan sebagai akibat pesan yang disampaikan oleh komunikator 4. Hubungan sosial yang makin baik - terjalinnya hubungan sosial yang semakin baik sebagai dampak pesan yang disampaikan oleh komunikator 5. Tindakan - adanya tindakan nyata dari komunikan sebagaimana dikehendaki komunikator 3. MERANCANG MATERI PEMBICARAAN DI DEPAN UMUM Paling tidak ada 5 hal yang perlu dipersiapkan sebagai materi pembicaraan di depan publik, yaitu: 1. Topik (topic) - pokok atau subjek pembicaraan, seharusnya dipilih berdasarkan pertimbangan karena menarik minat dan perhatian (baik pendengar maupun pembicara), dibutuhkan, atau karena sesuai dengan permintaan. 2. Tujuan umum (general purpose), tujuan khusus (specific purpose), dan ide sentral (central idea) – tujuan umum suatu pembicaraan antara lain menyampaikan informasi, membujuk, meyakinkan, atau memberi instruksi kepada pendengar; tujuan khusus tergantung dari tujuan umum; dan ide sentral adalah inti dari pembicaraan, biasanya dikemas hanya dalam satu kalimat yang mudah diserap dan diingat oleh pendengar. 3. Pendahuluan (introduction) – pendahuluan berfungsi sebagai pengantar ke arah pokok pembicaraan atau permasalahan yang akan dibahas dan sebagai upaya mempersiapkan mental pendengar. Pada bagian pendahuluan ini, rebutlah perhatian pendengar Anda dan buat mereka untuk selalau ingin mendengar sampai kalimat terakhir dari pembicaraan Anda. Jadi, pembicara haruslah dapat memberikan kesan pertama (first impression) yang baik kepada pendengar. 4. Batang tubuh (body) – Batang tubuh pembicaraan hendaknya dibagi menjadi dua atau tiga bagian utama yang akan menjelaskan atau membuktikan ide sentral. 5. Kesimpulan/penutup (conclusion) – kesimpulan merupakan ringkasan dari butir-butir utama dan boleh jadi merupakan seruan terkahir kepada pendengar, meminta pendengar memperhatikan secara khusus dan melakukan tindakan sepatutnya. Kesimpulan bukanlah rangkuman dari semua bagian pembicaraan. Kesimpulan harus singkat, sederhana, tidak berbelit-belit, tidak mengemukaan fakta baru, dan dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi pesan yang mengesankan pendengar. 4. TEKNIK BERBICARA DI DEPAN UMUM DAN PRESENTASI Menurut beberapa pakar public speaking, seorang pembicara umum perlu memperhatikan hal-hal berikut ini: 1. Pendekatan dan Permulaan Begitu Anda berdiri di depan mimbar (di depan pendengar), pergunakan waktu sejenak dengan sangat tenang (untuk menatap sekilas semua pendengar dan mungkin untuk meletakkan catatan/bahan), lalu untuk menyampaikan kalimat pertama yang meyakinkan untuk diucapkan. Ada beberapa pilihan cara memulai pembicaraan,tergantung suasana pendengar Anda. Misalnya, bisa dengan mengajukan pertanyaan, bisa dengan menyampaikan cerita singkat atau pengalaman, yang nanti ada kaitan dengan materi pembicaraan, bisa dengan sebuah permainan, atau langsung dengan mengutarakan gambaran umum tentang materipembicaraan. Mengatasi kegugupan di depan panggung Gugup dan demam panggung adalah hal yang normal dialami setiap pembicara di depan umum, bahkan pembicara terbaik pun pernah mengalami gugup atau demam panggung pada saat mereka pertama kali berbicara di depan umum. Rasa gugup dan demam panggung hanya bisa diatasi dengan proses latihan. Membuat ketertarikan pendengar Unsur penting yang membuatt orang tertarik mendengar pembicara adalah: Hal-hal baru (materi pembicaraan menarik). Pembicaraan masuk akal; jangan pernah minta maaf pada para pendengar sebab itu tidak menarik (jadi pandanglah bahwa pendengar menyenangi Anda dan pembicaraan Anda); Segar, aktual, dan kadang- kadang diselingi humor. Menjaga ketepatan berbicara, kejernihan, dan volume suara Ucapkan kata-kata Anda dengan jelas dan bicara dengan suara yang cukup kuat agar semua pendengar dapat mendengar suara Anda dengan jelas. Bicara secara tepat, tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat - memudahkan pendengar menerima ide Anda. Suara Anda harus terdengar mengasikkan (expressiveness) seperti halnya jika Anda berbicara kepada sahabat karib Anda. Mempercayai kemampuan sendiri Anda harus menghilangkan semua keraguan mengenai kemampuan yang Anda miliki untuk maju. Mahir berbicara di depan umum membutuhkan keahlian dan latihan. Memperbanyak perbendaharaan kata- kata Penguasaan perbendaharaan kata-kata yang banyak dan pemilihan kata-kata yang tepat akan mampu meningkatkan kelancaran dan ketepatan berbicara. Isi pembicaraan bertambah variatif sehingga tidak membosankan. Memberi tekanan dalam pembicaraan dan bersemangat (antusias) Semua gerakan Anda - mata, ekspresi wajah, gerakan tubuh, suara - haruslah Anda tunjukkan kepada pendengar Anda dengan penuh semangat. Anda harus selalu tampak penuh perhatian dalam mengkomunikasikan ide Anda. Bicaralah dengan penuh energy, bergairah, dan tidak ragu. Jangan bicara setengah-setengah, bimbang, apalagi dengan mulut setengah terbuka. Cara bicara yang tepat adalah dengan suara yang bulat dan penekanan yang baik. Menepati waktu. Berhentilah berbicara sebelum pendengar mengharapkan Anda untuk segera berhenti berbicara atau turun dari panggung. Tepatilah waktu yang telah ditetapkan (know when to stop talking). Memiliki kelancaran berbicara dan rasa humor Untuk berbicara dengan lancar, Anda harus berbicara dengan santai, rileks, dan tidak kaku. Dalam hampir setiap pembicaraan yang efektif harus ada sedikit unsur humor, yaitu sesuatu yang lucu atau menggelikan hati sehingga dapat menimbulkan tertawa. Berbicara dengan menyenangkan dan wajar Jika tenggorokan Anda kering minumlah sedikit, Jika mulut Anda berbusa atau Anda berkeringat dan Anda perlu mengelapnya, gunakanlah saputangan, itu untuk menjaga agar Anda tetap berbicara dengan menyenangkan. Kemudian, Anda perlu bersikap wajar atau tidak berlebihan dalam menyampaikan kata-kata atau informasi. Hal yang juga penting, pada umumnya pendengar menginginkan seseorang berbicara dengan jelas, sederhana, dan nyata. Mereka tidak menyukai kata-kata yang tidak jelas artinya. Menggerakkan tubuh secara alami Gerakan tubuh, apabila dilakukan dengan baik dan sesuai atau alami akan melipatgandakan kemampuan pembicara karena lebih menarik untuk dipandang. Gerakan tubuh adalah bahasa non-verbal. Untuk penyampaian pikiran dan perasan tertentu, gerakan tubuh jauh berarti daripada kata-kata. Memakai pakaian yang serasi Pepatah mengatakan bahwa pakaian mencerminkan kepribadian seseorang. Pendengar akan menaruh hormat (respect) terhadap pembicra yang memakai pakaian yang serasi dalam hal potongan, warna, ikat pingang, sepatu, dasi, dan sebagainya. Penutupan dan Pengakhiran Setelah panjang lebar menyampaikan poin-poin penting, berhenti sejenak (pergunakan transisi yang tepat), lalu mungkin mengatakan, “sekarang saya sampai pada kesimpulan” atau “Apakah di antara Anda (masih) ada yang pertanyaan?”, dan jangan lupa kata-kata terakhir “Terima kasih”. Kemudian meninggalkan mimbar dengan senyuman manis. 5. TANGGUNG JAWAB PEMBICARA PUBLIK Pembicara yang sedang berbicara di depan umum mempunyai sejumlah tanggung jawab bahwa ia harus menerima sebagai seorang yang berhati-hati, bersungguh-sungguh, adil,dan teliti. Berkaitan dengan ini, beberapa hal harus diperhatikan pembicara publik, yaitu: 1. Mempertahankan standar etika - jangan memutarbalikkan informasi dan hormati pendengar. 2. Menolak streotip – Streotip adalah terlalu menyederhanakan gambaran mengenai tabiat atau mental suatu kelompok tertentu. Streotip juga diartikan merupakan gambaran atau anggapan yang bersifat mengejek terhadap suatu objek tertentu. 3. Memperkaya khasanah kehidupan pendengar – karena pendengar sudah memberi waktu (dan mungkin uang) untuk mendengar Anda, maka pembicara wajib memberi apa yang dibutuhkan pendengar. Mungkin Anda akan memberikan informasi yang menakjubkan yang akan memuaskan keingintahuan intelektual pendengar, atau Anda mungkin akan menghibur dengan beberapa anekdot yang menyegarkan dan mengalihkan mereka dari kerja keras sehari-hari, maka semua pesan Anda merupakan hadiah yang berguna bagi pendengar. 4. Selalu bersungguh-sungguh – walaupun pembicara hanya berbicara kepada sedikit orang yang tadinya direncanakan banyak orang, pembicara yang baik akan melakukan yang terbaik. 6. LIMA KESALAHAN BESAR SELAKU PEMBICARA Menurut Hamilton Gregory, dalam suatu survey yang dilakukan terhadap 64 pebisnis dan professional yang diminta menyebutkan kesalahan yang paling besar yang dilakukan oleh pembicara di depan umum (public speakers) di AS, tercatat sebagai berikut: 1. Kesalahan dalam menyiapkan bahan pembicaraan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pendengar. 2. Kekurangan dalam persiapan 3. Penyampaian materi pembicaraan yang terlalu banyak 4. Kesalahan dalam memelihara kontak mata(contact eye) 5. Pembicaraan yang tumpul.

Rabu, 19 Desember 2012

MAKALAH DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF ILMU PENGETAHUAN DAN TEKHNOLOGI O L E H Kelompok 3 Muhammad Aidil Arafat A1B112207 Muhammad Rajul khahfi A1B112213 Lukmannul Hakim A1B109240 Yosi Kusuma Wardhani A1B112229 DAFTAR ISI Kata Pengantar ..................... BAB I Pendahuluan ……………. BAB II Dampak Positif dan Dan Dampak Negatif Perkembangan teknologi informasi a. Dampak positif ……………….. b. Dampak Negatif ……………….. BAB III Simpulan a. Kesimpulan ………………. b. Saran ………………. c. Daftar Pustaka ………………. KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam tidak lupa saya ucapkan untuk junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Kami bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan hidayah serta taufik-Nya sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Manusia adalah mahluk paling sempurna ciptaan Allah SWT diantara mahluk lain. Dikarenakan manusia diberikan kelebihan akal pikiran oleh-Nya. Bayangkan saja ketika kemampuan manusia berkembang dari zaman kezaman. Oleh karena itu, disinilah perlunya materi Dampak Pengantar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Sehingga diharapkan nantinya kita dapat mengetahui perkembangannya, Dengan proses berpikir. Kami menyadari makalah yang dibuat ini tidaklah sempurna. Oleh karenaitu, apabila ada kritik dan saran yang bersifat membangun terhadap makalah ini,Kami sangat berterima kasih.Demikian makalah ini disusun. Semoga dapat berguna untuk kita semua. Amin Penyusun BAB I PENDAHULUAN Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) merupakan cabang ilmu yang harus dikuasai dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sejarah menunjukkan bahwa kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi tidak mungkin terjadi secara instant melainkan memerlukan usaha yang konsisten dan terus menerus. salah satu visi misi IPTEK pada tahun 2025 adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang cerdas dan kreatif dalam suatuperadaban masyarakat yang berbasis pengetahuan. Perkembangan IPTEK yang makin pesat telah membawa perubahan di segala sektor kehidupan manusia. Oleh karena itu SDM harus ditingkatkan untuk mewujudkan hal ini, dan Masyarakat Indonesia harus tau dampak Positif Dan Negatif dari (IPTEK) Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, sebagaimana akan kami paparkan dibab selanjutnya. BAB II Dampak Positif dan Negatif Perkembangan Teknologi Informasi A. DAMPAK POSITIF Bidang Informasi dan Komunikasi 1. Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet 2. Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone dan sejenisnya. 3. Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah dan lain-lain. Bidang Ekonomi dan Industri 1. Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi 2. Terjadinya industrialisasi 3. Produktifitas dunia industri semakin meningkat. Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dan aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi komputer di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko. 4. Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut. Bidang Sosial 1. Meningkatnya rasa percaya diri. Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia. 2. Tekanan, kompetisi yang tajam di berbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras. Bidang Budaya Mempermudah komunikasi. Komputer yang disambungkan dengan telepon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Bidang Pendidikan 1. Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dan hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan. 2. Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak. 3. Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan Mahasiswa dengan Dosen, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain. Bidang Politik 1. Timbulnya kelas menengah bare Pertumbuhan teknologi dan ekonomi di kawasan ini akan mendorong munculnya kelas menengah bare. Kemampuan, keterampilan serta gaya hidup mereka sudah tidak banyak berbeda dengan kelas menengah di negara-negera Barat. Dapat diramalkan, kelas menengah bare ini akan menjadi pelopor untuk menuntut kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang lebih besar. 2. Proses regenerasi kepemimpinan. Sudah barang tentu peralihan generasi kepemimpinan ini akan berdampak dalam gaya dan substansi politik yang diterapkan. Nafas kebebasan dan persamaan semakin kental. 3. Di bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang teknologi transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut. Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru B. DAMPAK NEGATIF Bidang Informasi dan Komunikasi 1. Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris 2. Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan pihak tertentu untuk tujuan tertentu. Bidang Ekonomi dan Industri 1.Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan. 2.Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan. 3.Konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”. Bidang Sosial Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol. Bidang Budaya 1. Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”. 2. Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatankekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan. 3. Pola interaksi antar manusia yang berubah. Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e -mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (wamet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Bidang Pendidikan Penyalah gunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Kita tahu bahwa kemajuan di badang pendidikan juga mencetak generasi yang berepngetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contonya dengan ilmu komputer yang tinggi maka orang akan berusaha menerobos sistem perbangkan dan lain-lain. BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Dalam dunia teknologi banyak manfaat yang di peroleh bagi kehidupan sehari-hari misalnya dalam bidang pendidikan, sosial, budaya, dll. Pemanfaatan perkembangan teknologi juga perlu pemahaman yang spesifik dalam kehidupan serta perlu adanya pengkajian lebih dalam sehingga bisa menghindari dampak negative dari perkembangan teknologi tersebut. B. Saran dalam pemanfaatan teknologi pada saat ini diperlukan perhatian yang lebih intensif dari berbagai pihak yang berkaitan langsung dalam mengawasi perkembangan teknologi misalnya instansi pemerintah yang bergelut dalam iptek agar dalam pemanfaatan kemajuan teknologi tidak disalah gunakan. C. Daftar pustaka Sumber : Buku Ilmu Alamiah Dasar, Penulis Drs. Maskoeri Jasin, Raja grafindo Persada, cetakan ke-19. Sumber : www.dinoanandasaputra.wordpress.com Sumber : Buku Materi Pokok ilmu Alamiah Dasar oleh Drs. Hendro Darmodjo, M.A dan Dra. Yeni Kaligis, M. Sc, pusat penerbitan Universitas Terbuka. iv dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on">

IBU BUTA YANG MEMALUKANKU


IBU BUTA YANG MEMALUKANKU (Kisah Sedih dan Mengharukan) Saat aku beranjak dewasa, aku mulai mengenal sedikit kehidupan yang menyenangkan, merasakan kebahagiaan memiliki wajah yang tampan, kebahagiaan memiliki banyak pengagum di sekolah, kebahagiaan karena kepintaranku yang dibanggakan banyak guru. Itulah aku, tapi satu yang harus aku tutupi, aku malu mempunyai seorang ibu yang BUTA! Matanya tidak ada satu. Aku sangat malu, benar-benar Aku sangat menginginkan kesempurnaan terletak padaku, tak ada satupun yang cacat dalam hidupku juga dalam keluargaku. Saat itu ayah yang menjadi tulang punggung kami sudah dipanggil terlebih dahulu oleh yang Maha Kuasa. Tinggallah aku anak semata wayang yang seharusnya menjadi tulang punggung pengganti ayah. Tapi semua itu tak kuhiraukan. Aku hanya mementingkan kebutuhan dan keperluanku saja. Sedang ibu bekerja membuat makanan untuk para karyawan di sebuah rumah jahit sederhana. Pada suatu saat ibu datang ke sekolah untuk menjenguk keadaanku. Karena sudah beberapa hari aku tak pulang ke rumah dan tidak tidur di rumah. Karena rumah kumuh itu membuatku muak, membuatku kesempurnaan yang kumiliki manjadi cacat. Akan kuperoleh apapun untuk menggapai sebuah kesempurnaan itu. Tepat di saat istirahat, Kulihat sosok wanita tua di pintu sekolah. Bajunya pun bersahaja rapih dan sopan. Itulah ibu ku yang mempunyai mata satu. Dan yang selalu membuat aku malu dan yang lebih memalukan lagi Ibu memanggilku. “Mau ngapain ibu ke sini? Ibu datang hanya untuk mempermalukan aku!” Bentakkan dariku membuat diri ibuku segera bergegas pergi. Dan itulah memang yang kuharapkan. Ibu pun bergegas keluar dari sekolahku. Karena kehadiranya itu aku benar-benar malu, sangat malu. Sampai beberapa temanku berkata dan menanyakan. “Hai, itu ibumu ya???, Ibumu matanya satu ya?” yang menjadikanku bagai disambar petir mendapat pertanyaan seperti itu. Beberapa bulan kemudian aku lulus sekolah dan mendapat beasiswa di sebuah sekolah di luar negeri. Aku mendapatkan beasiswa yang ku incar dan kukejar agar aku bisa segera meninggalkan rumah kumuhku dan terutama meninggalkan ibuku yang membuatku malu. Ternyata aku berhasil mendapatkannya. Dengan bangga kubusungkan dada dan aku berangkat pergi tanpa memberi tahu Ibu karena bagiku itu tidak perlu. Aku hidup untuk diriku sendiri. Persetan dengan Ibuku. Seorang yang selalu mnghalangi kemajuanku. Di Selolah itu, aku menjadi mahasiswa terpopuler karena kepintaran dan ketampananku. Aku telah sukses dan kemudian aku menikah dengan seorang gadis Indonesia dan menetap di Singapura. Singkat cerita aku menjadi seorang yang sukses, sangat sukses. Tempat tinggalku sangat mewah, aku mempunyai seorang anak laki-laki berusia tiga tahun dan aku sangat menyayanginya. Bahkan aku rela mempertaruhkan nyawaku untuk putraku itu. 10 tahun aku menetap di Singapura, belajar dan membina rumah tangga dengan harmonis dan sama sekali aku tak pernah memikirkan nasib ibuku. Sedikit pun aku tak rindu padanya, aku tak mencemaskannya. Aku BAHAGIA dengan kehidupan ku sekarang. Tapi pada suatu hari kehidupanku yang sempurna tersebut terusik, saat putraku sedang asyik bermain di depan pintu. Tiba-tiba datang seorang wanita tua renta dan sedikit kumuh menghampirinya. Dan kulihat dia adalah Ibuku, Ibuku datang ke Singapura. Entah untuk apa dan dari mana dia memperoleh ongkosnya. Dia datang menemuiku. Seketika saja Ibuku ku usir. Dengan enteng aku mengatakan: “HEY, PERGILAH KAU PENGEMIS. KAU MEMBUAT ANAKKU TAKUT!” Dan tanpa membalas perkataan kasarku, Ibu lalu tersenyum, “MAAF, SAYA SALAH ALAMAT” Tanpa merasa besalah, aku masuk ke dalam rumah. Beberapa bulan kemudian datanglah sepucuk surat undangan reuni dari sekolah SMA ku. Aku pun datang untuk menghadirinya dan beralasan pada istriku bahwa aku akan dinas ke luar negeri. Singkat cerita, tibalah aku di kota kelahiranku. Tak lama hanya ingin menghadiri pesta reuni dan sedikit menyombongkan diri yang sudah sukses ini. Berhasil aku membuat seluruh teman-temanku kagum pada diriku yang sekarang ini. Selesai Reuni entah megapa aku ingin melihat keadaan rumahku sebelum pulang ke Sigapore. Tak tau perasaan apa yang membuatku melangkah untuk melihat rumah kumuh dan wanita tua itu. Sesampainya di depan rumah itu, tak ada perasaan sedih atau bersalah padaku, bahkan aku sendiri sebenarnya jijik melihatnya. Dengan rasa tidak berdosa, aku memasuki rumah itu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ku lihat rumah ini begitu berantakan. Aku tak menemukan sosok wanita tua di dalam rumah itu, entahlah dia ke mana, tapi justru aku merasa lega tak bertemu dengannya. Bergegas aku keluar dan bertemu dengan salah satu tetangga rumahku. “Akhirnya kau datang juga. Ibu mu telah meninggal dunia seminggu yang lalu” “OH…” Hanya perkataan itu yang bisa keluar dari mulutku. Sedikit pun tak ada rasa sedih di hatiku yang kurasakan saat mendengar ibuku telah meninggal. “Ini, sebelum meninggal, Ibumu memberikan surat ini untukmu” Setelah menyerahkan surat ia segera bergegas pergi. Ku buka lembar surat yang sudah kucal itu. Untuk anakku yang sangat Aku cintai, Anakku yang kucintai aku tahu kau sangat membenciku. Tapi Ibu senang sekali waktu mendengar kabar bahwa akan ada reuni disekolahmu. Aku berharap agar aku bisa melihatmu sekali lagi. karena aku yakin kau akan datang ke acara Reuni tersebut. Sejujurnya ibu sangat merindukanmu, teramat dalam sehingga setiap malam Aku hanya bisa menangis sambil memandangi fotomu satu-satunya yang ibu punya.Ibu tak pernah lupa untuk mendoakan kebahagiaanmu, agar kau bisa sukses dan melihat dunia luas. Asal kau tau saja anakku tersayang, sejujurnya mata yang kau pakai untuk melihat dunia luas itu salah satunya adalah mataku yang selalu membuatmu malu. Mataku yang kuberikan padamu waktu kau kecil. Waktu itu kau dan Ayah mu mengalami kecelakaan yang hebat, tetapi Ayahmu meninggal, sedangkan mata kananmu mengalami kebutaan. Aku tak tega anak tersayangku ini hidup dan tumbuh dengan mata yang cacat maka aku berikan satu mataku ini untukmu. Sekarang aku bangga padamu karena kau bisa meraih apa yang kau inginkan dan cita-citakan. Dan akupun sangat bahagia bisa melihat dunia luas dengan mataku yang aku berikan untukmu. Saat aku menulis surat ini, aku masih berharap bisa melihatmu untuk yang terakhir kalinya, Tapi aku rasa itu tidak mungkin, karena aku yakin maut sudah di depan mataku. Peluk cium dari Ibumu tercinta Bak petir di siang bolong yang menghantam seluruh saraf-sarafku, Aku terdiam! Baru kusadari bahwa yang membuatku malu sebenarnya bukan ibuku, tetapi diriku sendiri....

ALIRAN-ALIRAN DALAM SASTRA

Ada beberapa aliran dalam sastra yang dominan mempengaruhi ragam karya Sastra di Indonesia, diantaranya: 1. Aliran Realisme yaitu aliran yang selalu berusaha melukiskan keadaan atau peristiwa sesuai dengan kenyataan dan selalu mengungkapkan hal-hal yang baik atau tidak membuat orang tersinggung. Karya sastra angkatan 45 baik puisi maupun prosa banyak dipengaruhi oleh aliran realisme. Contoh: PENERIMAAN Chairil Anwar Kalau kau mau kuterima kau kembali Dengan sepenuh hati Aku masih tetap sendiri Kutahu kau bukan yang dulu lagi Bak kembang sari sudah terbagi Jangan Tunduk! Tentang aku dengan berani Kalau kau mau kuterima kau kembali Untukku sendiri lagi Sedang dengan cermin aku enggan berbagi 2. Aliran Naturalisme yaitu suatu aliran yang melukiskan sesuatu apa adanya tetapi selalu memandang kepada hal-hal yang bersifat buruk atau mesum baik memilih bahan dari masyarakat yang bobrok/mesum maupun baha s/cara melukiskan kasar, tanpa melihat kesusilaan. Contoh: Surabaya (novel) oleh Idrus Belenggu (roman) oleh Armyn Pane Pada Sebuah Kapal karya NH. Dini 3. Aliran Neo-naturalisme yaitu aliran yang tidak hanya menceritakan sesuatu yang buruk saja, tetapi yang baik pun tidak dilupakan sehingga masih terdapat di dalamnya perasaan perikemanusiaan. Contoh: Raumanen karya Marianne Katopo Katak Hendak Jadi Lembu karya Nur Sutan Iskandar Keluarga Permana karya Ramadhan KH Atheis karya Ahcdiat K. Miharja 4. Aliran Ekspresionisme yaitu aliran yang selalu menekankan pada segenap perasaan atau jiwa sepenuhnya (adanya aku atau subyek). Kalimat yang digunakan tidak panjang-panjang tetapi kalimat pendek berisi dan seringkali menggunakan kalimat yang hanya terjadi dari satu patah kata saja. Contoh: puisi-puisi Subagio Sastrowardoyo, Toto Sudarto Bachtiar, Sutarji Colzum Bahri, beberapa karya Chairil Anwar. DOA Kepada pemeluk teguh Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut nama-Mu Biar susah sungguh mengingat Kau penuh seluruh cayaMu panas suci tinggal kerlip lilin di kelam sunyi Tuhanku Aku hilang bentuk remuk Tuhanku aku mengembara di negeri asing Tuhanku di pintuMu aku mengetuk aku tidak bisa berpaling (Chairil anwar) 5. Aliran Impresionisme yaitu suatu aliran yang melukiskan sesuatu berdasarkan kesan-kesan sepintas saja dari peristiwa atau kejadian yang dilihat/ditemui pengarang dalam kehidupan nyata.Pengarang hanya mengambil bagian yang penting-penting saja. Contoh: NGARAI SIANOK Berat himpitan gunung Singgalang Atas dataran di bawahnya Hingga rengkah tak alang-alang Ngarai lebar dengan dalangnya Bumi runtuh-runtuh juga Seperti peradaban yang lepas Debunya hirap dalam angkasa Derumnya lenyap di sawah luas Dua penduduk di dalam ngarai Mencangkul di ladang satu-satu Menyabit di sawah bersorak-sorak Ramai kerja sejak dahulu Bumi runtuh-runtuh jua Mereka hidup bergiat terus Seperti Si Anok dengan rumahnya Diam-diam mengalir terus (Rifai Ali) 6. Aliran Determinisme yaitu suatu aliran yang melukiskan peristiwa dari sudut paksaan nasib (sudut jeleknya) dan nasib itu sendiri ditentukan oleh keadaan masyarakat sekitar, kemiskinan, penyakit, darah keturunan, dalam hubungan sebab akibat. Contoh: puisi dan prosa angkatan 66, Belenggu karya Armyn Pane, Neraka Dunia karya Nur Sutan Iskandar. 7. Aliran Surealisme yaitu suatu aliran yang melukiskan sesuatu secara berlebihan yang terkadang sulit diikuti dan dipahami oleh pembaca. Contoh: Bip-Bop (drama) karya W.S.Rendra, Lebih Hitam dari Hitam (cerpen) karya Iwan Simatupang, Pot (puisi) karya Sutarji Colzum Bahri, Berhala (novel) karya Toto Sudarto Bachtiar. POT pot apa pot itu kaukah pot aku pot pot pot yang jawab pot pot pot pot kaukah pot itu yang jawab pot pot pot pot kaukah pot aku pot pot pot potapa potiku pot kaukah potaku ? POT 8. Aliran Romatisme yaitu suatu aliran yang selalu melukiskan sesuatunya secara sentimentil dan penuh perasaan. Contoh: Di Bawah Lindungan Kabah (roman) karya HAMKA, Dian Yang Tak Kunjung Padam (Roman) karya Sutan Takdir Alisyahbana, Layar terkembang (roman) karya Sutan Takdir Alisyahbana, Ziarah (novel) karya Iwan Simatupang. 9. Aliran Idealisme yaitu suatu aliran yang melukiskan hal-hal utuh tentang gagasan, cita-cita atau pendiriannya. Contoh: AKU Kalau sampai waktuku Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi (Chairil Anwar) 10. Aliran Simbolisme yaitu suatu aliran yang selalu menggunakan simbol-simbol atau isyarat-isyarat guna menutup kebenaran atau maksud yang sesungguhnya. Contoh: Tinjaulah Dunia Sana karya Nursyamsu, Radio Masyarakat (cerpen) karya Rosihan Anwar, dan sebagainya. 11. Aliran Psikologisme yaitu suatu aliran yang selalu menekankan pada aspek-aspek kejiwaan. Contoh: Atheis (roman) karya Achdiat K. Miharja, Burunng-burung Manyar (roman) karya YB. Mangunwijaya, Merahnya Merah (novel) karya Iwan Simatupang, Telegram karya Putu Wijaya. 12.Aliran Didaktisme yaitu suatu aliran yang selalu menekankan pada aspek-aspek pendidikannya. Contoh: Salah asuhan (roman) karya Abdoel Muis, Karena Kerendahan Budi (novel) karya HSD Muntu, Syair Perahu (syair) karya Hamzah Fansuri.